Fisipol 15 Nov 2017

Yusri Munaf Dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-10 di UIR Hari Ini

Di usianya yang sudah menginjak 63 tahun, Yusri Munaf menorehkan sejarahnya sebagai guru besar di Universitas Islam Riau (UIR). Pria kelahiran Kuok, 8 Agustus 1954 ini secara resmi akan dikukuhkan sebagai guru besar di bidang Hukum Tata Negara, Rabu (15/11/2017).

Dengan dikukuhnya Yusri Munaf sebagai guru besar, maka UIR memiliki 10 orang guru besar bergelar profesor.

Yusri Munaf, yang pernah menjabat Dekan Fisipol UIR dan Ketua KPU Pekanbaru, mengaku sangat bahagia dengan prestasi akademik yang diraihnya. Sebab untuk meraih gelar profesor tersebut bukanlah perkara mudah. Ia sudah mempersiapkan diri meraih gelar profesor ini sejak setahun belakangan.

"Jabatan fungsional guru besar merupakan jabatan tertinggi bagi dosen di perguruan tinggi. Banyak hal yang dipersyaratkan untuk bisa mendapatkan gelar akademik ini. Alhamdullilah setelah saya persiapkan selama lebih kurang satu tahun ini, akhirnya semuanya bisa saya penuhi," kata pria yang tinggal di Jalan Duyung, Gang Depo. Tangkerang Barat, Pekanbaru, ini saat berbincang dengan Tribun, Selasa (13/11/2017).

Saat pengukuhan nanti, Yusri Munaf yang meraih gelar doktor ilmu hukum dari Universitas Utara Malaysia ini akan melakukan orasi ilmiah dengan tema “Implikasi Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2016 dalam Perkembangan Demokrasi di Indonesia”.

Pengukuhan Yusri Munaf sebagai guru besar akan dipusatkan di kampus UIR dan dijadwalkan akan dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dan Forkopinda di Riau. Di antara wali kota, bupati dan gubernur.

"Saya berharap semuanya bisa hadir. Karena undanganya sudah disebarkan oleh panitia," kata Yusri Munaf, yang juga pernah mengenyam pendidikan pasca sarjana ilmu hukum di Universitas Sumatera Utara.

Ia memiliki kesan tersendiri dengan tanggal 15. Di tanggal itu ia memiliki momen-momen instimewa. Seperti ujian tesis disertasi S3, yang juga berlangsung pada tanggal 15 November. Kemudian pada tanggal 15 November pula ia diwisuda di Universitas Utara Malaysia.

"Jadi tanggal 15 memang sangat akrap dengan saya. Karena banyak peristiwa-peristiwa besar dalam hidup saya yang jatuh di tanggal 15. Kini, di tanggal tanggal 15 November, saya dikukuhkan sebagai guru besar," ujarnya.

Sementara Rektor UIR Prof. Syafrinaldi mengucapkan selamat kepada Yusri Munaf yang akan dikukuhkan menjadi guru besarke 10 di UIR. Ini akan menjadi kebanggan tersendiri bagi UIR. Sebab, semakin banyak guru besar di kampusnya.

"Apalagi jumlah guru besar di Indonesia masih sangat kecil. Termasuk juga di UIR," ujarnya.

Sejauh ini, UIR merupakan salah satu kampus yang memiliki guru besar terbanyak di Kopertais wilayah X yang mencakup empat provinsi, yakni Sumbar, Riau, Jambi dan Kepri.

Total ada 20 guru besar di Kopertais X. Separonya ada di kampus UIR. Sementara sisanya 10 orang lagi tersebar di tiga provinsi, yakni Jambi, Sumbar dan Kepri.

"Ini tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi kami," ujarnya.

Syafrinaldi berharap, dengan dikukuhkan Yusri Munaf sebagai guru besar di bidang hukum tata negara, maka diharapkan bisa memperkuat tim akademik. Khususnya dosen-dosen dan guru besar yang ada di UIR untuk meningkatkan kualitas universitas.

"Mudah-mudahan dengan pengukuhan Profesor Yusri Munaf ini bisa ikut turut mewujudkan visi misi UIR sebagai universitas Islam yang unggul dan terkemuka di Asia Tenggara 2020," paparnya.

Selain itu, dirinya berharap dengan pengukuhan guru besar ini bisa memotivasi dosen-dosen yang sudah bergelar doktor untuk segera melakukan kajian dan penelitian agar bisa menjadi guru besar juga.

"Sebagai guru besar, menurut aturan pemerintah, ada kewajiban bari seorang guru besar untuk mempublikasikan karya ilmiahnya pada jurnal internasional yang bereputasi. Kemudian menulis buku ajar dan melakukan penelitian dengan membimbing dosen-dosen yunior," papar dia. 

 

[ by: Humas UIR/Tribun Pekanbaru ]