“Praktikum Mata Kuliah Model United Nations Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Islam Riau melalui Simulasi Sidang WTO”

Pekanbaru, Indonesia – Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Riau angkatan 2024 melaksanakan kegiatan Model United Nations (MUN) 2026 sebagai bagian dari praktikum Mata Kuliah Model United Nations. Kegiatan ini diselenggarakan pada 12 Juni 2026 di Aula FISIPOL Universitas Islam Riau secara luring (offline) dan diikuti oleh 18 delegasi mahasiswa, serta berkolaborasi Berkolaborasi dengan Association of International Relations Students (AIRELS) kabinet Wijayakusuma. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran langsung (experiential learning) dalam memahami dinamika diplomasi multilateral, negosiasi internasional, serta mekanisme pengambilan keputusan dalam organisasi internasional.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari Model United Nations secara teoritis, tetapi juga mengimplementasikan secara langsung praktik diplomasi internasional melalui simulasi sidang organisasi dunia. Pada pelaksanaan tahun ini, peserta mengikuti komite World Trade Organization (WTO) dengan agenda “Addressing the European Union Deforestation Regulation (EUDR): Balancing Global Trade, Environmental Sustainability, and Economic Sovereignty of Developing Nations.” Agenda tersebut mengangkat isu mengenai implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR), yaitu regulasi Uni Eropa yang bertujuan mengurangi deforestasi global melalui pembatasan perdagangan komoditas yang berpotensi berasal dari lahan hasil deforestasi. Dalam sidang WTO, para delegasi membahas bagaimana regulasi tersebut memengaruhi perdagangan internasional, keberlanjutan lingkungan, serta kedaulatan ekonomi negara-negara berkembang.

Selama kegiatan berlangsung, delegasi terlibat aktif dalam berbagai tahapan persidangan, mulai dari penyampaian opening speech, moderated caucus, unmoderated caucus, hingga penyusunan position paper dan draft resolution sebagai bentuk rekomendasi kebijakan yang dihasilkan melalui proses diplomasi dan negosiasi. Sebagai bagian utama dari penguatan akademik, kegiatan praktikum ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis, public speaking, negosiasi, riset kebijakan, serta diplomasi internasional. Pengalaman ini memberikan wawasan nyata mengenai praktik hubungan internasional dan tata kelola perdagangan global di era kontemporer.

Dosen pengampu Mata Kuliah Model United Nations, Alfajri, S.IP., MIA, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membentuk kemampuan analitis dan perspektif global mahasiswa. “Melalui kegiatan Model United Nations, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam simulasi diplomasi internasional”. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam memahami praktik hubungan internasional serta proses negosiasi multilateral di tingkat global,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas performa delegasi selama persidangan, panitia memberikan penghargaan dalam beberapa kategori, yaitu Best Delegate, Outstanding Delegate, Honorable Mention, dan Best Position Paper. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan wawasan global, memperkuat kompetensi akademik dan praktis, serta menjadi generasi yang siap berkontribusi dalam menghadapi berbagai isu internasional di masa depan.

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp
Telegram